Arti Sahabat: Bagian 1
Dalam perjalanan hidup, ada pertemuan yang awalnya terasa biasa saja, bahkan mungkin tak menyenangkan. Namun, siapa sangka, pertemuan itu menjadi awal dari persahabatan yang mengajarkan banyak hal. Inilah kisahku dan Dimas, seorang teman yang hadir membawa warna baru dalam lembaran hidupku. Aku mengenal Dimas pertama kali saat SMP. Dia adalah anak pindahan dari Bali yang awalnya tidak terlalu menarik perhatianku. Kami tidak dekat, bahkan cenderung seperti dua orang asing. Ada sesuatu dalam sikapnya yang membuatku enggan untuk mengenalnya lebih jauh. Dia tampak pemarah dan sedikit arogan, setidaknya itulah kesan pertama yang tertanam dalam benakku. Masih segar dalam ingatanku, suatu hari aku mendengar keributan dari kelas sebelah — kelasnya Dimas. Dia sedang bersitegang dengan seorang teman perempuan. Suaranya lantang, ekspresinya penuh emosi. Dari tempatku berdiri, aku hanya bisa menggeleng dan berpikir, “Kok ada ya cowok yang cuma berani adu mulut sama cewek? Mana anak baru lagi, tapi...